Selasa, 18 Juli 2017

Ekowisata?

Edit Posted by with No comments
Assalamu'alaikum kawanqu!

Selamat datang di tulisan yang sangat amat pertamaxx di blog ini yaa!



Jadi begini, aku adalah mahasiswi S1 Jurusan Biologi di Universitas Brawijaya. Nah, di jurusan tersebut ternyata eh ternyata masih ada macam-macam peminatan gitu. Jadi, peminatan itu boleh diambil untuk ikut ke working group (semacam forum diskusi dosen-mahasiswa yang bersifat wajib setiap Jum'at) atau boleh ambil mata kuliahnya aja.

Oke, skip....

Karena aku sangat-amat-tidak-berbakat dalam dunia makhluk halus dan jasad renik. Maka aku mengambil peminatan yang sedikit tampan menantang dan berani yaitu.......


BIOKONSERVASI yeayyyy


Peminatan tersebut menawarkan salah satu mata kuliah yang sangat menarik yaitu EKOWISATA.


Nah, ekowisata itu apaan sih? bukannya sama kayak wisata-wisata lain?
Ada perbedaan nih antara wisata dengan ekowisata. Jadi, secara mudahnya, ekowisata adalah wisata yang terjadi di suatu tempat yang telah terjadi secara alami (kayak pantai, hutan, air terjun). Syarat suatu tempat dikatakan sebagai ekowisata jika memiliki 4 aspek yaitu, nature based atau menjadikan alam sebagai dasarnya, keberlanjutan ekologi, interpretasi dan edukasi serta yang paling penting menguntungkan warga sekitar tempat tersebut.

WISATA DI DAERAH ALAMI? APA GAK AKAN MENIMBULKAN EKSPLOITASI?
Sabar kawan-kawanqu, kita harus tengok lagi syarat 4 aspek diatas agar supaya tidak menimbulkan eksploitasi. Oya, kata dosenku supaya tidak terjadi eksploitasi, maka harus ada ahli biologi yang ikut terjun dalam ekowisata tersebut. Makanya bagi adek-adek yang bingung menentukan jurusan ayo pilih aja jurusan biologi UB, dijamin pintar dan cepat lulus *promosi*


Balik lagi ke... eksploitasi kah ekowisata ini?
Tentu saja tidak. Mari kita telusuri 4 aspek diatas
1. Ekowisata mementingkan nature based
  Suatu daerah wisata yang terbentuk alami akan memenuhi syarat ekowisata, sehingga tidak diperkenankan untuk merubah keadaan alami tersebut. Jika daerah tersebut ingin tetap dikatkan ekowisata..
Misalnya adalah.. Pantai

2. Memegang prinsip keberlanjutan ekologi
 Ekologi di daerah tersebut pasti akan dilindungi dan dibiarkan terjadi secara alami tanpa gangguan manusia. Kita bisa ambil contoh di Malang, yaitu di Pantai Gatra dan Tiga Warna. Tempat tersebut mewajibkan pengunjung untuk melist barang bawaan yang berpotensi menjadi sampah. Tidak main-main, saat pulang meskipun sampah yang dibawa pengunjung ber-trashbag trashbag. Tetap akan diperiksa sesuai list yang disimpan oleh pengelola. Hilang satu sampah, denda Rp 100.000. Nahloh, rugi bandar.  Disini terlihat betul bahwa ekologi tetap dinomor satukan. Karena sampah itu sangat berbahaya bagi lingkungan dan makhluk hidup disekitar.

Data barang berpotensi jadi sampah (source: iklantravel.com)

3. Edukasi dan Interpretasi
 Edukasi yang paling sederhana adalah mencintai lingkungan. Ya, seperti himbauan jangan buang sampah sembarangan. Kemudian edukasi lain yaitu nama ilmiah dari pohon yang ada di daerah tersebut atau bisa juga menyajikan papan berupa sejarah tempat tersebut.
Peringatan gini juga boleh, biar semua taat

4. Menguntungkan warga sekitar
 Ini yang penting nih, warga sekitar bisa diuntungkan dengan berjualan barang atau makanan khas daerah tersebut. Kemudian ketika ada ada suatu kegiatan budaya (karnaval, kirab dll) maka wisatawan akan melihat dan menambah popularitas daerah tersebut. Tidak hanya industri wisata yang meningkat tetapi juga akan sejalan dengan meningkatnya perekonomian dan perkembangan warga sekitar..


TERUS APA DONG KESAMAAN EKOWISATA SAMA WISATA LAIN?
Kesamaannya adalah sama-sama menguntungkan dalam segi ekonomi melalui pariwisata. Tapiiiiiii... ekowisata jauh lebih menguntungkan. Bukan hanya segi ekonomi melalui pariwisata ya tapi juga lewat warga lokal, kebudayaan juga bisa dipopulerkan loh lewat ekowisata. Serta nilai ekonomi tertinggi adalah terjaminnya keadaan ekologi didaerah tersebut. Kita bayangin aja, satu pohon itu bisa menghasilkan oksigen berapa selama sehari? kalo kita misalkan, dikonversikan jadi oksigen tabung? jadi berapa duit? besar sekali kan nilai ekonomi dari pohon. Itu masih pohon aja, bagaimana dengan air? sudah gakbisa terhitung lagi nilai ekonominya saking buanyaknyaa.


Jadi begitulah kira-kira pengetahuan aku mengenai ekowisata selama satu semester, itu belum semua masih ada analisis ekowisata berdasarkan hasil diskusi kelompokku dalam kelas ekowisata. Bentuknya studi kasus, nanti kawan-kawan akan aku ajak jalan-jalan tapi lewat tulisan di blog.

Terima Kasih untuk yang sudah membaca tulisanku sampai akhir:3
Yuk berteman lewat sosial media:
Instagram: @aulynuzula 



0 komentar:

Posting Komentar